Minggu, 11 Desember 2011

SISTEM SARAF


BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang
Sistem saraf namanya berasal dari saraf, yang merupakan kumpulan silinder jaringan yang berasal dari otak dan sumsum tulang belakang dan cabang berulang kali untuk innervate setiap bagian dari tubuh.  Saraf cukup besar telah diakui oleh orang Mesir kuno, Yunani, dan Roma, tetapi struktur internal mereka tidak mengerti sampai menjadi mungkin untuk memeriksa mereka dengan menggunakan mikroskop.  Sebuah pemeriksaan mikroskopis menunjukkan bahwa saraf terdiri terutama dari akson neuron, bersama dengan berbagai membran yang membungkus di sekitar mereka dan memisahkan mereka ke fascicles. Neuron yang menimbulkan saraf tidak berbohong dalam diri mereka-mereka berada dalam tubuh sel otak, saraf tulang belakang, atau perifer ganglia.
Sistem saraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan binatang dan mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuhnya. Pada kebanyakan hewan sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik, kelompok neuron yang disebut ganglia, dan saraf menghubungkan mereka satu sama lain dan sistem saraf pusat. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. Di sistem saraf enterik, suatu subsistem dari sistem saraf perifer, memiliki kapasitas, bahkan ketika dipisahkan dari sisa dari sistem saraf melalui sambungan primer oleh saraf vagus, Bedasarkan peranannya, sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu, sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar. Sistem saraf sadar berfungsi, mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari. sedangkan, sistem saraf tak sadar berfungsi, mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita sadar






BAB II

SISTEM SARAF MANUSIA


Sistem sarap  manusia adalah Tubuh manusia terdiri atas organ-organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar organ-organ tubuh dapat bekerja sama dengan baik, diperlukan adanya koordinasi (pengaturan). Pada manusia dan sebagian besar hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Dalam bab ini hanya akan dibahas tentang sistem saraf . Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.
Susunan Sistem Saraf Manusia
Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.


Description: http://wong168.files.wordpress.com/2011/04/e9.png?w=400&h=243

sistem saraf secara umum, berfungsi:
1. alat koordinasi : tuk mengatur dan mengendalikan kerja alat-alat tubuh
2. alat komunikasi : tuk mengenali perubahan yg terjadi diluar tubuh
3. pusat kesadaran :  kemauan dan pikiran.
Tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
a. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
b. Konduktor (Penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut neuron.
c. Efektor, adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar (hormon). Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi rangsang dengan meningkatkan/menurunkan aktivitas organ tubuh tertentu. Misalnya mempercepat/memperlambat denyut jantung, melebarkan/menyempitkan pembuluh darah dan lain sebagainya.
1. SEL SARAF
Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yg saling berhubungan. Neuron memiliki bagian yang terdiri atas badan sel, neurit (akson), dan dendrit (dendron). badan sel terdiri atas inti sel (nukleus) dan sitoplasma. Dan dalam sitoplasma terdapat mitokondria, badan golgi, lisosom, dan badan niesel. Dendrit merupakan serabut pendek dari penjuluran badan sel yang berfungsi sebagai penghantar impuls saraf ke badan sel, sedangkan akson merupakan serabut panjang dari penjuluran badan sel yang berfungsi sebagai penghantar impuls saraf dari badan sel menuju ke neuron lain atau jaringan lainnya.
Sebuah sel saraf terdiri tiga bagian utama yaitu badan sel, dendrit dan neurit (akson).
Description: http://wong168.files.wordpress.com/2011/04/e8.png?w=400&h=140
a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.
b. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
c. Neurit (akson)
Neurit berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung myelin yang terdiri atas perluasan membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan pemberi makan sel saraf. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh selubung mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Antara neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan secara langsung tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis. Pada bagian sinapsis inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter (misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit neuron berikutnya.


Neuron dibedakan menjadi 3 :
1.        Neuron sensorik : mengantarkan rangsangan dari penerima rangsangan menuju ke sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Penerima rangsangan disebut reseptor (alat-alat indera)
2.       Neuron motorik : mengantarkan rangsangan dari didtem saraf pusat menuju ke sasaran rangsang (efektor), yaitu, otot dan kelenjar.
3.       Interneuron : mengantarkan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik.

Bedasarkan strukturnya, sel saraf dibedakan menjadi :
1.       Unipolar : satu neurit dan satu dendrit yg keduanya membentuk suatu percabangan.
2.      Bipolar : satu neurit dan satu dendrit.
3.      Multipolar : sebuah neurit dan beberapa dendrit.


Description: http://grandmall10.files.wordpress.com/2010/03/neuron.jpg?w=520&h=316



2. SISTEM SARAF PUSAT
1) Otak
Otak merupakan pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di rongga tengkorak dan dibungkus oleh tiga lapis selaput kuat yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut duramater, paling dalam adalah piamater dan yang tengah disebut arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi untuk mengurangi benturan atau goncangan. Peradangan yang terjadi pada selaput ini dinamakan meningitis. Penyebabnya bisa karena infeksi virus.
Description: http://wong168.files.wordpress.com/2011/04/f1.png?w=320&h=227
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.
1.       Otak besar (serebrum)
 Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.
2.      Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.
3.      Otak kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
4.      Sumsum sambung (medulla oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk,
dan berkedip.
5.      Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
2). Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh selaput meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang bagian luar tampak berwarna putih (substansi alba) karena banyak mengandung akson (neurit) dan bagian dalam yang berbentuk seperti kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi grissea) karena banyak mengandung badan sel-sel saraf.

Sumsum tulang belakang berfungsi untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.

 Description: http://grandmall10.files.wordpress.com/2010/03/250px-nervous_system_diagram.png?w=463&h=678

B. Sistem saraf tepi
1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar Proses yang dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. Misalnya ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
Sistem saraf somatis terdiri atas :
a. Saraf otak (saraf cranial), saraf otak terdapat pada bagian kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang.
b. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi untuk meneruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat juga meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke semua otot rangka tubuh.
2) Sistem saraf autonom (tak sadar)
Sistem saraf autonom merupakan bagian dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak dapat disadari dan bekerja secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan kegiatan organ-organ dalam seperti otot perut, pembuluh darah, jantung dan alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik
Sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik bekerja secara antagonis (berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau kelenjar yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik disebut sistem pengendalian ganda.





Sistem saraf ditemukan di sebagian besar hewan multiseluler, tapi sangat bervariasi dalam kompleksitasnya. Porifera tidak memiliki sistem saraf, walaupun mereka telah homologs dari banyak gen yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem saraf, dan mampu seluruh tubuh beberapa tanggapan, termasuk bentuk primitif penggerak. Mesozoans-Placozoans dan hewan sederhana lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai bagian dari Subkerajaan Eumetazoa-juga tidak memiliki sistem saraf. Dalam Radiata (radial simetris binatang seperti ubur-ubur) Sistem saraf terdiri dari jaring syaraf yang sederhana. Bilateria, yang mencakup sebagian besar vertebrata dan invertebrata, semua memiliki sistem saraf yang berisi otak, saraf tulang belakang, dan saraf perifer. Ukuran sistem saraf bilaterian berkisar dari beberapa ratus sel dalam cacing yang paling sederhana, untuk di urutan 100 milyar sel pada manusia.
Anatomi vertebrata
Sistem saraf hewan vertebrata (termasuk manusia) dibagi ke dalam sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer (PNS).
Sistem saraf pusat (SSP) adalah bagian terbesar, dan termasuk otak dan sumsum tulang belakang.  The spinal rongga berisi sumsum tulang belakang, sementara kepala berisi otak. The SSP adalah tertutup dan dilindungi oleh Meninges, tiga sistem berlapis-lapis membran, termasuk yang tangguh, kulit lapisan luar yang disebut dura mater. Otak juga dilindungi oleh tengkorak, dan sumsum tulang belakang dengan tulang belakang.
Description: http://grandmall10.files.wordpress.com/2010/03/450px-nsdiagram.png?w=450&h=371
Sistem saraf perifer (PNS) adalah sebuah istilah kolektif untuk sistem saraf struktur yang tidak terletak di dalam SSP. Sebagian besar bungkusan yang disebut akson saraf dianggap berasal dari PNS, bahkan ketika sel tubuh neuron yang menjadi milik mereka berada di dalam otak atau sumsum tulang belakang. PNS dibagi menjadi bagian somatik dan visceral. Somatik bagian terdiri dari saraf yang innervate kulit, sendi, dan otot. Tubuh sel somatik neuron sensorik terletak dalam ganglia akar dorsal dari sumsum tulang belakang. Bagian yang mendalam, juga dikenal sebagai sistem saraf otonom, mengandung neuron yang innervate organ-organ, pembuluh darah, dan kelenjar. Sistem saraf otonom itu sendiri terdiri dari dua bagian: sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Beberapa penulis juga termasuk neuron sensorik badan sel yang terletak di pinggiran (untuk indera seperti pendengaran) sebagai bagian dari PNS; lain, bagaimanapun, hilangkan mereka.
Sistem saraf vertebrata juga dapat dibagi menjadi daerah-daerah yang disebut materi abu-abu ( “abu-abu” dalam ejaan Amerika) dan materi putih.  Grey materi (yang hanya berwarna abu-abu di jaringan diawetkan, dan lebih baik digambarkan sebagai cahaya berwarna merah muda atau coklat jaringan hidup) mengandung proporsi tinggi badan-badan sel neuron. Materi putih terdiri terutama dari akson myelinated, dan mengambil warna dari myelin. Masalah putih mencakup semua saraf perifer, dan sebagian besar bagian dalam otak dan sumsum tulang belakang. Materi abu-abu ditemukan dalam kelompok neuron di otak dan sumsum tulang belakang, dan di lapisan korteks yang melapisi permukaan mereka. Ada konvensi yang anatomis sekelompok neuron di otak atau urat saraf tulang belakang disebut sebagai inti, sedangkan kelompok neuron di pinggiran disebut ganglion. Terdapat Namun, beberapa pengecualian untuk aturan ini, terutama termasuk bagian dari otak-depan yang disebut basal ganglia.
Description: http://grandmall10.files.wordpress.com/2010/03/200px-visible_human_head_slice.jpg?w=200&h=252








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan ini kita dapat mengetahui tentang bagian-bagian dan fungsi dari system saraf dalam tubuh kita. Sistem saraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan dan mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuh. Sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. Bedasarkan peranannya, sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu, sistem saraf sadar berfungsi mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari, sedangkan sistem saraf tak sadar berfungsi, mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita sadar.











PARADIGMA KEBIDANAN


BAB I
PENDAHULUAN
Paradigma atau cara pandang seseorang terhadap objek berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan suatu tindakan, begitu juga dalam kebidanan, paradigma seorang bidan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan dan tinakan seeorang bidan. Paradigma kebidanan sangat penting untuk diketahui agar para bidan mempunyai pandangan yang sama terhadap individu dan lingkungan yang akan dihadapinya.
A.   Paradigma Kebidanan
Paradigm kebidanan adalah cara pandangan seseorang terhadap suatu objek. Dikaitkan dengan kebidanan, paradigm kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Perlu diketaui bahwa keberhasilan pelayanan kebidanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan keterampilan bidan serta cara pandang bidan dalam kiatan atau hubungan timbal balik antara manusia.
B.   Komponen paradigma kebidanan  
1.     Wanita
Seorang bidan harus mempunyai ppandangan bahwa seorang wanita adalah seorang manusia, sedangkan manusia adalah makhluk Bio-Pisiko-Cultural-spitual yang utuh dan unik
·         Bio artinya wanita adalah makhluk biologis yang memerlukan kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya untuk kelangsungan hidup.
·         Pisko artinya wanita mempunyai sisi kejiwaan harus diperhatikan dalam setiap memberikan pelayanan
·         Sosio artinya wanita adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan orang lain dan membutuhkan orang lain.
·         Cultural artinya wanita adalah makhluk yang berbudaya atau memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu.
·         Spiritual artinya wanita adalah makhluk yang secara fitrah akan selalu mambutuhkan tuhan sebagai sandaran.
·         Utuh artinya pandangan kita kepada seorang wanita sebagai makhluk bio-psiko-sosio-cutural-dan spiritual tersebut harus dipandang secara menyeluruh, tidak biasa hanya dipandang dari segi biologisnya saja, atau fsikologisnya saja karena sisi tersebut menjadi satu kesa        tuan yang tidak dapat dipisahkan.
·         Unik artinya wanita adalah makhluk yang berbeda antara satu dengan yang lain, baik dari segi bio, psiko, sosio, cultural, maupun spiritualnya.


            Selain itu bidan harus punya pandangan bahwa wanita khususnya ibu adalah seorang yang akan melahirkan penerus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan wanita yang sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan. Wanita juga seorang pendidiank pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan/kondisi dari wanita atau ibu dalam keluarga. Para wanita di masyarakat adalah penggerak dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga.
2.     Lingkungan
Lingkungan merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu pelaksanaan aktivitasnya. Bidan harus berpandangan bahwa liingkungan yang ada disekitarnya manusia khususnya wanita sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi baik lingkungan fisik, lingkungan psikososial, lingkungan biologis dan lingkungan budaya. Yang dimaksud dengan lingkungan adalah:
1.       Lingkungan fisik adalah tempat tinggal, kendaraan dll
2.       Lingkungan psikososial : keluarga, kellompok, masyarakat
3.       Lingkungan biologi : hewan dan tumbuh-tumbuhan
4.       Lingkungan budaya
3.     Perilaku
Perilaku merupakan hasil dari berbagai pangalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya, yang terwujud dalam bentuk pengetahuan , sikap dan tindakan. Perilaku manusia ini bersifat holistic atau menyeluruh.
Bidan harus punya pandangan bahwa perilaku ibu akan mempengaruhi kehamilan, perilaku ibu dalam mencari pertolongan persalinan yang akan berpengaruh pada kesejahteraan ibu dan janin yang dilahirkan. Demikian pula perilaku ibu pada masa nifas akan mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya.
4.     Keturunan
Bidan harus berpandangan bahwa kualitas manusia diantaranya ditentukan oleh keturunan.  Manusia yang sehat dilahirkan oleh ibu yang sehat. Hal ini menyangkut kesiapan wanita sebelum perkawinan, masa kehamilan, masa kelahiran dan masa nifas.
Walaupun kehamilan , kelahiran, dan nifas adalah proses fisiologis namun bias ditangani secara akurat dan benar, keadaan fisiologis akan menjadi patologis. Hal ini akan berpengaruh dengan bayi yang dilahirkannya.
Oleh karena itu layanan pra perkawinan, kehamilan, kelahiran, dan nifas adalah sangat penting dan mempunyai keterkaitan satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan.
5.     Pelayanan kebidanan
Pelayanan keb idanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka mencapai keluarga keciil, bahagia dan sejahtera.
Pelayanan kebidanan juga disebutkan sebagai keseluruhan tugas yang menjadi tanggungjawab praktik bidan dalam system pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, dengan sasaran: individu, keluarga dan masyarakat, yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan, dan pemulihan.

Layanan kebidanan dapat dibedakan menjadi :
·         Layanan kebidanan  primer adalah layanan yang menjadi tanggungjawab langsung bidan, misalnya : pemeriksaan kehamilan normal, pemberian imunisasi, dll
·         Layanan kebidanan kolaborasi adalah layanan dengan bidan sebagai tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari sebuah proses kegiatan pelayanan kebidanan. Contoh : bidan turut dalam penanganan bulin di RS.
·         Layanan kebidanan rujukan adalah Layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka pelimpahan penanganan pasien ke system pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya. Contoh : pasien melahirkan dengan perdarahan diikirim ke RS.
3. Macam-macam Asuhan Kebidanan
a. Asuhan keamilan
            Asuhan ibu hamil oleh bidan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk menjamin keamanan dan kepuasan serta kesejahteraan ibu dan janin selama periode kehamilan. memeriksa perkembangan kehamilan, memberikan asuhan ketidaknyamanan pada kehamilan, memberikan asuhan persiapan persalinan, seperti teknik relaksasi.
b. Asuhan persalinan
                Asuhan persalinan dimilai dengan mengumpulkan data , menginterprestasikan data untuk menentukan diagnosis persalinan dan mengidentifikasi masalah atau kebutuan, membuat rencana dan melaksanakan tindakan dengan memantau kemajuan persalinan serta menolong persalinan untuk menjamin keamanan dan kepuasan ibu selama periode persalinan. Memeriksa tanda-tanda persalinan. Memberikan asuhan mengurangi rasa nyeri karena kontraksi. Memberikan dukungan psikologis selama proses persalinan. Memberikan asuhan bagaimana teknik mengedan yang baik.
c. Asuhan bayi baru lahir
                Asuhan bayi lahir dimulai dari menilai kondisi bayi, memfasilitasi terjadinya pernafasan spontan, mencegah hipotermia, memfasilitasi kontak dini dan mencegah hipoksia sekunder, menentukan kelainan, serta melakukan tindakan pertolongan dan merujuk sesuai kebutuhan. Mengkondisikan suasana yang hangat. Memberikan ASI langsung setelah bayi lahir. Merawat tali pusat.

d. Asuhan nifas
                Asuhan ibu nifas oleh bidan dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibudan bayi selama periode nifas. Memberikan konseling kebutuhan ibu nifas, nutrisi, kebutuhan istirahat, aktifitas dll. Memberikan kesempatan sesegera mungkin kepada ibu dan bayi untuk bersama. Memeantau perkembangan involusi uterus.

4. Manfaat Paradigma Kebidanan dalam Asuhan Kebidanan
                Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberiikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/maslah dalam bidang kesehatan ibu pada masa hamil, masa bersalin, nifas, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana.
Paradigma kebidanan bermanfaat bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan antara lain :
a.       Manfaat bagi bidan
·         Membantu bidan dalam mengkaji kondisi klien
·         Membantu bidan dalam memahami masalah dan kebutuhan klien
·         Memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan asuhan yang berkualitas sesuai dengan kondisi klien.
b.       Manfaat bagi pasien
·         Membantu klien untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman dalam menerima asuhan kebidanan
·         Membantu klien dalam meningkatkan kemampuan  berperan serta sebagai individu yang bertanggung jawab atas kesehatannya
·         Meningkatkan perilaku positif klien yang akan meningkatkan kesehatan ibu dan anak







BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
·         Paradigma kebidanan adalah cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan.
·         Komponen dalam pelayanan kebidanan adalah wanita, lingkungan, perilaku, keturunan, dan pelayanan kesehatan.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa lingkungan yang ada disekitar manusia spiritual yang utuh dan unik.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa wanita adalah makhluk bio-psiko-sosio-spritual yang utuh dan unik
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa lingkungan yang ada disekitarmanusia khususnya wanita sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa perilaku manusia khususnya wanita sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa kualitas manusia diantaranya ditentukan oleh keturunan, sehingga perlu persiapan pada masa pra perkawinan, pra kehamilan, kehamilan dan melahirkan.
·         Paradigma kebidanan yang tepat akan bermanfaat bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas.