Minggu, 11 Desember 2011

PARADIGMA KEBIDANAN


BAB I
PENDAHULUAN
Paradigma atau cara pandang seseorang terhadap objek berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan suatu tindakan, begitu juga dalam kebidanan, paradigma seorang bidan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan dan tinakan seeorang bidan. Paradigma kebidanan sangat penting untuk diketahui agar para bidan mempunyai pandangan yang sama terhadap individu dan lingkungan yang akan dihadapinya.
A.   Paradigma Kebidanan
Paradigm kebidanan adalah cara pandangan seseorang terhadap suatu objek. Dikaitkan dengan kebidanan, paradigm kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Perlu diketaui bahwa keberhasilan pelayanan kebidanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan keterampilan bidan serta cara pandang bidan dalam kiatan atau hubungan timbal balik antara manusia.
B.   Komponen paradigma kebidanan  
1.     Wanita
Seorang bidan harus mempunyai ppandangan bahwa seorang wanita adalah seorang manusia, sedangkan manusia adalah makhluk Bio-Pisiko-Cultural-spitual yang utuh dan unik
·         Bio artinya wanita adalah makhluk biologis yang memerlukan kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya untuk kelangsungan hidup.
·         Pisko artinya wanita mempunyai sisi kejiwaan harus diperhatikan dalam setiap memberikan pelayanan
·         Sosio artinya wanita adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan orang lain dan membutuhkan orang lain.
·         Cultural artinya wanita adalah makhluk yang berbudaya atau memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu.
·         Spiritual artinya wanita adalah makhluk yang secara fitrah akan selalu mambutuhkan tuhan sebagai sandaran.
·         Utuh artinya pandangan kita kepada seorang wanita sebagai makhluk bio-psiko-sosio-cutural-dan spiritual tersebut harus dipandang secara menyeluruh, tidak biasa hanya dipandang dari segi biologisnya saja, atau fsikologisnya saja karena sisi tersebut menjadi satu kesa        tuan yang tidak dapat dipisahkan.
·         Unik artinya wanita adalah makhluk yang berbeda antara satu dengan yang lain, baik dari segi bio, psiko, sosio, cultural, maupun spiritualnya.


            Selain itu bidan harus punya pandangan bahwa wanita khususnya ibu adalah seorang yang akan melahirkan penerus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan wanita yang sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan. Wanita juga seorang pendidiank pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan/kondisi dari wanita atau ibu dalam keluarga. Para wanita di masyarakat adalah penggerak dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga.
2.     Lingkungan
Lingkungan merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu pelaksanaan aktivitasnya. Bidan harus berpandangan bahwa liingkungan yang ada disekitarnya manusia khususnya wanita sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi baik lingkungan fisik, lingkungan psikososial, lingkungan biologis dan lingkungan budaya. Yang dimaksud dengan lingkungan adalah:
1.       Lingkungan fisik adalah tempat tinggal, kendaraan dll
2.       Lingkungan psikososial : keluarga, kellompok, masyarakat
3.       Lingkungan biologi : hewan dan tumbuh-tumbuhan
4.       Lingkungan budaya
3.     Perilaku
Perilaku merupakan hasil dari berbagai pangalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya, yang terwujud dalam bentuk pengetahuan , sikap dan tindakan. Perilaku manusia ini bersifat holistic atau menyeluruh.
Bidan harus punya pandangan bahwa perilaku ibu akan mempengaruhi kehamilan, perilaku ibu dalam mencari pertolongan persalinan yang akan berpengaruh pada kesejahteraan ibu dan janin yang dilahirkan. Demikian pula perilaku ibu pada masa nifas akan mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya.
4.     Keturunan
Bidan harus berpandangan bahwa kualitas manusia diantaranya ditentukan oleh keturunan.  Manusia yang sehat dilahirkan oleh ibu yang sehat. Hal ini menyangkut kesiapan wanita sebelum perkawinan, masa kehamilan, masa kelahiran dan masa nifas.
Walaupun kehamilan , kelahiran, dan nifas adalah proses fisiologis namun bias ditangani secara akurat dan benar, keadaan fisiologis akan menjadi patologis. Hal ini akan berpengaruh dengan bayi yang dilahirkannya.
Oleh karena itu layanan pra perkawinan, kehamilan, kelahiran, dan nifas adalah sangat penting dan mempunyai keterkaitan satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan.
5.     Pelayanan kebidanan
Pelayanan keb idanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka mencapai keluarga keciil, bahagia dan sejahtera.
Pelayanan kebidanan juga disebutkan sebagai keseluruhan tugas yang menjadi tanggungjawab praktik bidan dalam system pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, dengan sasaran: individu, keluarga dan masyarakat, yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan, dan pemulihan.

Layanan kebidanan dapat dibedakan menjadi :
·         Layanan kebidanan  primer adalah layanan yang menjadi tanggungjawab langsung bidan, misalnya : pemeriksaan kehamilan normal, pemberian imunisasi, dll
·         Layanan kebidanan kolaborasi adalah layanan dengan bidan sebagai tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari sebuah proses kegiatan pelayanan kebidanan. Contoh : bidan turut dalam penanganan bulin di RS.
·         Layanan kebidanan rujukan adalah Layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka pelimpahan penanganan pasien ke system pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya. Contoh : pasien melahirkan dengan perdarahan diikirim ke RS.
3. Macam-macam Asuhan Kebidanan
a. Asuhan keamilan
            Asuhan ibu hamil oleh bidan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk menjamin keamanan dan kepuasan serta kesejahteraan ibu dan janin selama periode kehamilan. memeriksa perkembangan kehamilan, memberikan asuhan ketidaknyamanan pada kehamilan, memberikan asuhan persiapan persalinan, seperti teknik relaksasi.
b. Asuhan persalinan
                Asuhan persalinan dimilai dengan mengumpulkan data , menginterprestasikan data untuk menentukan diagnosis persalinan dan mengidentifikasi masalah atau kebutuan, membuat rencana dan melaksanakan tindakan dengan memantau kemajuan persalinan serta menolong persalinan untuk menjamin keamanan dan kepuasan ibu selama periode persalinan. Memeriksa tanda-tanda persalinan. Memberikan asuhan mengurangi rasa nyeri karena kontraksi. Memberikan dukungan psikologis selama proses persalinan. Memberikan asuhan bagaimana teknik mengedan yang baik.
c. Asuhan bayi baru lahir
                Asuhan bayi lahir dimulai dari menilai kondisi bayi, memfasilitasi terjadinya pernafasan spontan, mencegah hipotermia, memfasilitasi kontak dini dan mencegah hipoksia sekunder, menentukan kelainan, serta melakukan tindakan pertolongan dan merujuk sesuai kebutuhan. Mengkondisikan suasana yang hangat. Memberikan ASI langsung setelah bayi lahir. Merawat tali pusat.

d. Asuhan nifas
                Asuhan ibu nifas oleh bidan dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibudan bayi selama periode nifas. Memberikan konseling kebutuhan ibu nifas, nutrisi, kebutuhan istirahat, aktifitas dll. Memberikan kesempatan sesegera mungkin kepada ibu dan bayi untuk bersama. Memeantau perkembangan involusi uterus.

4. Manfaat Paradigma Kebidanan dalam Asuhan Kebidanan
                Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberiikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/maslah dalam bidang kesehatan ibu pada masa hamil, masa bersalin, nifas, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana.
Paradigma kebidanan bermanfaat bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan antara lain :
a.       Manfaat bagi bidan
·         Membantu bidan dalam mengkaji kondisi klien
·         Membantu bidan dalam memahami masalah dan kebutuhan klien
·         Memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan asuhan yang berkualitas sesuai dengan kondisi klien.
b.       Manfaat bagi pasien
·         Membantu klien untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman dalam menerima asuhan kebidanan
·         Membantu klien dalam meningkatkan kemampuan  berperan serta sebagai individu yang bertanggung jawab atas kesehatannya
·         Meningkatkan perilaku positif klien yang akan meningkatkan kesehatan ibu dan anak







BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
·         Paradigma kebidanan adalah cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan.
·         Komponen dalam pelayanan kebidanan adalah wanita, lingkungan, perilaku, keturunan, dan pelayanan kesehatan.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa lingkungan yang ada disekitar manusia spiritual yang utuh dan unik.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa wanita adalah makhluk bio-psiko-sosio-spritual yang utuh dan unik
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa lingkungan yang ada disekitarmanusia khususnya wanita sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa perilaku manusia khususnya wanita sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.
·         Bidan harus mempunyai paradigma bahwa kualitas manusia diantaranya ditentukan oleh keturunan, sehingga perlu persiapan pada masa pra perkawinan, pra kehamilan, kehamilan dan melahirkan.
·         Paradigma kebidanan yang tepat akan bermanfaat bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar