BAB I
PENDAHULUAN
Latar
belakang
Sistem saraf namanya berasal dari
saraf, yang merupakan kumpulan silinder jaringan yang berasal dari otak dan
sumsum tulang belakang dan cabang berulang kali untuk innervate setiap bagian
dari tubuh. Saraf cukup besar telah diakui oleh orang Mesir kuno, Yunani,
dan Roma, tetapi struktur internal mereka tidak mengerti sampai menjadi mungkin
untuk memeriksa mereka dengan menggunakan mikroskop. Sebuah pemeriksaan
mikroskopis menunjukkan bahwa saraf terdiri terutama dari akson neuron, bersama
dengan berbagai membran yang membungkus di sekitar mereka dan memisahkan mereka
ke fascicles. Neuron yang menimbulkan saraf tidak berbohong dalam diri
mereka-mereka berada dalam tubuh sel otak, saraf tulang belakang, atau perifer
ganglia.
Sistem saraf adalah sebuah sistem
organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang
mengkoordinasikan tindakan binatang dan mengirimkan sinyal antara berbagai
bagian tubuhnya. Pada kebanyakan hewan sistem saraf terdiri dari dua bagian,
pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang
belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik, kelompok neuron
yang disebut ganglia, dan saraf menghubungkan mereka satu sama lain dan sistem
saraf pusat. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang
kompleks. Di sistem saraf enterik, suatu subsistem dari sistem saraf perifer,
memiliki kapasitas, bahkan ketika dipisahkan dari sisa dari sistem saraf
melalui sambungan primer oleh saraf vagus, Bedasarkan peranannya,
sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu, sistem saraf sadar dan sistem
saraf tak sadar. Sistem saraf sadar berfungsi, mengatur semua aktivitas tubuh
yang kita sadari. sedangkan, sistem saraf tak sadar berfungsi, mengatur semua
aktiivitas tubuh yang tidak kita sadar
BAB II
SISTEM SARAF MANUSIA
Sistem sarap manusia adalah Tubuh manusia terdiri
atas organ-organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar
organ-organ tubuh dapat bekerja sama dengan baik, diperlukan adanya koordinasi (pengaturan). Pada
manusia dan sebagian besar hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf,
sistem indra, dan sistem hormon. Dalam bab ini hanya akan dibahas tentang sistem saraf .
Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas adalah kemampuan
menanggapi rangsangan.
Susunan Sistem Saraf Manusia
Di dalam tubuh kita terdapat
miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf manusia tersusun
dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas
otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas
sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
sistem saraf secara umum,
berfungsi:
1. alat koordinasi : tuk mengatur
dan mengendalikan kerja alat-alat tubuh
2. alat komunikasi : tuk mengenali
perubahan yg terjadi diluar tubuh
3. pusat kesadaran : kemauan dan pikiran.
Tiga
komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
a.
Reseptor,
adalah alat penerima rangsangan atau impuls.
Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
b. Konduktor (Penghantar impuls),
dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf terdiri dari sel-sel
saraf yang disebut
neuron.
c. Efektor,
adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting
pada manusia adalah otot
dan kelenjar (hormon).
Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi
rangsang dengan meningkatkan/menurunkan aktivitas organ tubuh tertentu.
Misalnya mempercepat/memperlambat denyut jantung, melebarkan/menyempitkan
pembuluh darah dan lain sebagainya.
1.
SEL SARAF
Jaringan saraf terdiri atas
sel-sel saraf (neuron) yg saling berhubungan. Neuron memiliki bagian yang
terdiri atas badan sel, neurit (akson), dan dendrit (dendron). badan sel
terdiri atas inti sel (nukleus) dan sitoplasma. Dan dalam sitoplasma terdapat
mitokondria, badan golgi, lisosom, dan badan niesel. Dendrit merupakan serabut
pendek dari penjuluran badan sel yang berfungsi sebagai penghantar impuls saraf
ke badan sel, sedangkan akson merupakan serabut panjang dari penjuluran badan
sel yang berfungsi sebagai penghantar impuls saraf dari badan sel menuju ke
neuron lain atau jaringan lainnya.
Sebuah
sel saraf terdiri tiga bagian utama yaitu
badan sel, dendrit dan
neurit (akson).
a. Badan sel
Badan
sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel
berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson.
Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai
pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria
yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.
b. Dendrit
Dendrit
adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan
perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan
rangsangan ke badan sel.
c. Neurit (akson)
Neurit
berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lain. Neurit
dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung myelin yang terdiri atas
perluasan membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan
pemberi makan sel saraf. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh selubung
mielin. Bagian ini disebut dengan
nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya
rangsangan.
Antara
neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan
secara langsung tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung
neurit suatu neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis.
Pada bagian sinapsis inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter
(misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu
neuron ke dendrit neuron berikutnya.
Neuron
dibedakan menjadi 3 :
1.
Neuron
sensorik : mengantarkan rangsangan dari penerima rangsangan menuju ke sistem
saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Penerima rangsangan disebut
reseptor (alat-alat indera)
2.
Neuron
motorik : mengantarkan rangsangan dari didtem saraf pusat menuju ke sasaran
rangsang (efektor), yaitu, otot dan kelenjar.
3.
Interneuron
: mengantarkan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik.
Bedasarkan strukturnya, sel saraf
dibedakan menjadi :
1.
Unipolar
: satu neurit dan satu dendrit yg keduanya membentuk suatu percabangan.
2.
Bipolar
: satu neurit dan satu dendrit.
3.
Multipolar
: sebuah neurit dan beberapa dendrit.
2. SISTEM SARAF
PUSAT
1) Otak
Otak merupakan pusat pengatur dari
segala kegiatan manusia. Otak terletak di rongga tengkorak dan dibungkus oleh
tiga lapis selaput kuat yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut
duramater, paling dalam adalah piamater dan yang tengah disebut arachnoid. Di
antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi
untuk mengurangi benturan atau goncangan. Peradangan yang terjadi pada selaput
ini dinamakan meningitis. Penyebabnya bisa karena infeksi virus.
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah
(mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan
jembatan varol.
1. Otak besar (serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu
yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan
sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks
otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang
(area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi
mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area
asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam
proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai
bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan
psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses
berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat
penglihatan terdapat di bagian belakang.
2. Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan
varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang
mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah
merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata,
dan juga merupakan pusat pendengaran.
3. Otak kecil (serebelum)
Serebelum
mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar,
keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau
berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
4. Sumsum sambung (medulla oblongata)
Sumsum sambung
berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak.
Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak
jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan,
dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang
lain seperti bersin, batuk,
dan berkedip.
5. Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol
berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga
menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
2). Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat
memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher
sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh
selaput meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang bagian
luar tampak berwarna putih (substansi alba) karena banyak mengandung akson
(neurit) dan bagian dalam yang berbentuk seperti kupu-kupu, berwarna kelabu
(substansi grissea) karena banyak mengandung badan sel-sel saraf.
Sumsum tulang belakang berfungsi
untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan
ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek
gerak refleks.
B. Sistem saraf tepi
1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis disebut juga
dengan sistem saraf sadar Proses yang dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu
dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh
di bawah pengaruh sistem ini. Misalnya ketika kita mendengar bel rumah
berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemahkan pesan
tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan
mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
Sistem
saraf somatis terdiri atas :
a. Saraf otak (saraf cranial),
saraf otak terdapat pada bagian kepala yang keluar dari otak dan melewati
lubang yang terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang.
b.
Saraf sumsum tulang
belakang (saraf spinal), saraf sumsum tulang belakang berjumlah
31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi untuk meneruskan impuls dari
reseptor ke sistem saraf pusat juga meneruskan impuls dari sistem saraf pusat
ke semua otot rangka tubuh.
2) Sistem saraf autonom (tak sadar)
Sistem
saraf autonom merupakan bagian dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak
dapat disadari dan bekerja secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan
kegiatan organ-organ dalam seperti otot perut, pembuluh darah, jantung dan
alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom
terdiri atas dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik
Sistem saraf simpatik dan
sistem saraf parasimpatik
bekerja secara antagonis (berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ.
Organ atau kelenjar yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem
saraf parasimpatik disebut sistem pengendalian ganda.
Sistem saraf ditemukan di
sebagian besar hewan multiseluler, tapi sangat bervariasi dalam
kompleksitasnya. Porifera tidak memiliki sistem saraf, walaupun mereka telah
homologs dari banyak gen yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem
saraf, dan mampu seluruh tubuh beberapa tanggapan, termasuk bentuk primitif
penggerak. Mesozoans-Placozoans dan hewan sederhana lainnya yang tidak
diklasifikasikan sebagai bagian dari Subkerajaan Eumetazoa-juga tidak memiliki
sistem saraf. Dalam Radiata (radial simetris binatang seperti ubur-ubur) Sistem
saraf terdiri dari jaring syaraf yang sederhana. Bilateria, yang mencakup
sebagian besar vertebrata dan invertebrata, semua memiliki sistem saraf yang
berisi otak, saraf tulang belakang, dan saraf perifer. Ukuran sistem saraf
bilaterian berkisar dari beberapa ratus sel dalam cacing yang paling sederhana,
untuk di urutan 100 milyar sel pada manusia.
Anatomi vertebrata
Sistem saraf hewan vertebrata
(termasuk manusia) dibagi ke dalam sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer
(PNS).
Sistem saraf pusat (SSP) adalah
bagian terbesar, dan termasuk otak dan sumsum tulang belakang. The spinal
rongga berisi sumsum tulang belakang, sementara kepala berisi otak. The SSP
adalah tertutup dan dilindungi oleh Meninges, tiga sistem berlapis-lapis
membran, termasuk yang tangguh, kulit lapisan luar yang disebut dura mater.
Otak juga dilindungi oleh tengkorak, dan sumsum tulang belakang dengan tulang
belakang.
Sistem saraf perifer (PNS)
adalah sebuah istilah kolektif untuk sistem saraf struktur yang tidak terletak
di dalam SSP. Sebagian besar bungkusan yang disebut akson saraf dianggap
berasal dari PNS, bahkan ketika sel tubuh neuron yang menjadi milik mereka
berada di dalam otak atau sumsum tulang belakang. PNS dibagi menjadi bagian somatik
dan visceral. Somatik bagian terdiri dari saraf yang innervate kulit, sendi,
dan otot. Tubuh sel somatik neuron sensorik terletak dalam ganglia akar dorsal
dari sumsum tulang belakang. Bagian yang mendalam, juga dikenal sebagai sistem
saraf otonom, mengandung neuron yang innervate organ-organ, pembuluh darah, dan
kelenjar. Sistem saraf otonom itu sendiri terdiri dari dua bagian: sistem saraf
simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Beberapa penulis juga termasuk neuron
sensorik badan sel yang terletak di pinggiran (untuk indera seperti
pendengaran) sebagai bagian dari PNS; lain, bagaimanapun, hilangkan mereka.
Sistem saraf vertebrata juga
dapat dibagi menjadi daerah-daerah yang disebut materi abu-abu ( “abu-abu”
dalam ejaan Amerika) dan materi putih. Grey materi (yang hanya berwarna
abu-abu di jaringan diawetkan, dan lebih baik digambarkan sebagai cahaya
berwarna merah muda atau coklat jaringan hidup) mengandung proporsi tinggi
badan-badan sel neuron. Materi putih terdiri terutama dari akson myelinated,
dan mengambil warna dari myelin. Masalah putih mencakup semua saraf perifer,
dan sebagian besar bagian dalam otak dan sumsum tulang belakang. Materi abu-abu
ditemukan dalam kelompok neuron di otak dan sumsum tulang belakang, dan di
lapisan korteks yang melapisi permukaan mereka. Ada konvensi yang anatomis
sekelompok neuron di otak atau urat saraf tulang belakang disebut sebagai inti,
sedangkan kelompok neuron di pinggiran disebut ganglion. Terdapat Namun,
beberapa pengecualian untuk aturan ini, terutama termasuk bagian dari
otak-depan yang disebut basal ganglia.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan ini kita dapat mengetahui
tentang bagian-bagian dan fungsi dari system saraf dalam tubuh kita. Sistem
saraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang
disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan dan mengirimkan sinyal antara
berbagai bagian tubuh. Sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer.
Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. Bedasarkan
peranannya, sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu, sistem saraf sadar
berfungsi mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari, sedangkan sistem
saraf tak sadar berfungsi, mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita
sadar.






